“Sampai kapan banjir merajalela?”
Bagi masyarakat Indonesia banjir sudah menjadi tradisi karena hampir lima
tahun sekali banjir melanda Indonesia terutama daerah Jakarta yang terparah.
Banjir disebabkan oleh volume air di suatu badan air
seperti sungai atau danau yang meluap atau menjebol
bendungan sehingga air keluar dari batasan alaminya. Namun banjir
tidak hanya disebabkan karena meluapnya danau atau sungai, menjebolnya
bendungan air dan lain-lain, banjir juga disebabkan karena masyarakat Indonesia
yang kurang perhatian dengan lingkungan, contohnya membuang sampah tidak
ditempatnya dan menebang pohon sembarang. Kedua contoh tersebut adalah faktor
utama kenapa Indonesia selalu banjir di kala musim hujan telah datang.
Pada tahun 2014, survey
memperkirakan kerugian akibat banjir di Jakarta dan sekitarnya mencapai angka
Rp10 triliun, dibandingkan
dengan waktu lima tahun lalu berdasarkan
perhitungan Bappenas, kerugian akibat banjir di Jakarta bisa mencapai Rp1
triliun, setelah lima tahun mungkin kerugiannya bisa sampai Rp10 triliun.
Angka korban bencana banjir di kawasan Jakarta Selatan jumlahnya sekitar 3.368 jiwa. Kemudian di Jakarta Barat
jumlah pengungsi sekitar 2.830 jiwa. Kemudian, di Jakarta Pusat jumlah
pengungsi korban banjir sekitar 1.230
jiwa. Lalu di Jakarta Timur, jumlah pengungsi korban banjir di
Jakarta sekitar 9.438 jiwa. Dan di Jakarta Timur menjadi wilayah yang paling
banyak pengungsi dibandingkan tiga wilayah lainnya.
Kejadian banjir ini sangat merusak
lingkungan. Contohnya banjir dapat mencemari lingkungan, menimbulkan berbagai
penyakit yang dapat mengakibatkan kematian bila tidak cepat di tangani, dapat
merusak sarana dan prasarana, dan dapat menyebabkan tanah longsor.
Namun ada beberapa cara
penanggulangan banjir seperti menyadarkan diri kita sendiri agar tidak membuang
sampat bukan ditempatnya, melakukan reboisasi atau menanam seribu pohon,
membersihkan got atau kali dari sampah-sampah yang menumpuk dan mengeruk
lumpurnya, dan berhenti membangun sebuah rumah dibantara kali


Comments
Post a Comment