Arsitektur dan Lingkungan

A.  ARSITEKTUR BIOLOGIS

Istilah arsitektur biologis diperkenalkan oleh beberapa ahli bangunan, antara lain Prof. Mag.arch, Peter Schmid, Rudolf Doernach dan Ir. Heinz Frick. Biologis berasal dari kata bios (bahasa Yunani) yang berarti alam kehidupan/ alam tumbuh-tumbuhan dan logos (bahasa Yunani) yang berarti dunia teratur/ dunia berakal. Oleh karena itu, Arsitektur Biologis adalah ilmu penghubung antara manusia dan lingkungannya secara keseluruhan yang juga mempelajari pengetahuan tentang hubungan integral antara manusia dan lingkungan hidup, dan merupakan arsitektur kemanusiaan yang memperhatikan kesehatan.

Titik berat definisi tersebut di atas terletak pada kata keseluruhan. Hanya penyelesaian secara interdisipliner memungkinkan pengertian sepenuhnya. Hubungan-hubungan arsitektur biologis dapat diperlihatkan sebagai berikut :

Arsitektur
Bios
Logos
Rumah, pondok
Kehidupan
Keputusan
Kulit manusia ketiga
Daya hidup
Daya cipta, energy
Tanah air
Alamiah
Materialisasi
Kediaman/pemukiman
Alam kehidupan
Dunia teratur
Kebiasaan
Alam tumbuh-tumbuhan
Keselarasan
Tempat berlindung
Kesehatan
Kebudayaan
(A)


(B)
Keterangan: (A) Rumah ramah lingkungan dengan bahan daur ulang, (B) Rumah adat Suku Korowai yang mendiami wilayah Kaibar, Kabupaten Mappi, Papua.




B.  ARSITEKTUR EKOLOGI
Istilah Ekologi diperkenalkan oleh Ernest Haeckel (1869), berasal dari bahasa Yunani, yaitu: Oikos = Tempat Tinggal (rumah) Logos = Ilmu, telaah. Oleh karena itu Ekologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara mahluk hidup dengan sesamanya dan dengan lingkungnya. Odum (1993) menyatakan bahwa ekologi adalah suatu studi tentang struktur dan fungsi ekosistem atau alam dan manusia sebagai bagiannya. Struktur ekosistem menunjukkan suatu keadaan dari sistem ekologi pada waktu dan tempat tertentu termasuk keadaan densitas organisme, biomassa, penyebaran materi (unsur hara), energi, serta faktor-faktor fisik dan kimia lainnya yang menciptakan keadaan sistem tersebut.


Contoh Arsitektur Ekologi

C.  ARSITEKTUR LINGKUNGAN
Definisi lingkungan adalah kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanah, air, energi surya, mineral, serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam lautan, dengan kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seperti keputusan bagaimana menggunakan lingkungan fisik tersebut.
Lingkungan terdiri dari komponen abiotik dan biotik. Komponen abiotik adalah segala yang tidak bernyawa seperti tanah, udara, air, iklim, kelembaban, cahaya, bunyi. Sedangkan komponen biotik adalah segala sesuatu yang bernyawa seperti tumbuhan, hewan, manusia dan mikro-organisme (virus dan bakteri).

Contoh Arsitektur Lingkungan

Dari ketiga pembahasan kali ini, yaitu  arsitektur biologi, ekologi dan lingkungan. Dapat dikatakan, bahwa ketiga mempunyai persamaan dan perbedaan. Persamaan dari ketiganya adalah sama-sama membuat sebuah bangunan yang ramah lingkungan dan menghemat energi. Perbedaannya dari ketiganya, yaitu :
1.      Arsitektur ekologi lebih membahas kepada dampak dari suatu bangunan itu sendiri tanpa melibatkan lingkungan sekitar
2.    Arsitektur lingkungan lebih membahas kepada dampak dari suatu bangunan yang melibatkan kepada lingkungan dan sekitarnya.
3.    Arsitektur biologi lebih membahas kepada material bangunan yang menggunakan bahan-bahan alami, seperti seperti kayu, bambu, rumbia, alang-alang dan ijuk. Bahan bangunan alamiah yang dapat digunakan lagi menjadi bangunan alamiah yang dapat digunakan lagi menjadi bangunan arsitektural adalah tanah liat, tanah lempung dan batu alam.Sedangkan bahan bangunan alam yang diproses pabrik atau industri adalah batu artifisial yang dibakar (batu merah), genting flam, genting pres dan batu-batuan pres (batako).


KESIMPULAN

Sebagai seorang arsitek kita tidak terlepas dari kehidupan di sekitar kita, maka dari itu kita juga harus memperhatikan ekologi, ekosistem yang ada di sekitar kita. Dan mengupayakan untuk membuat bangunan yang ramah lingkungan dan hemat energi untuk menjaga kelestarian alam dan lingkungan hidup demi masa depan yang lebih baik, serta mengetahui faktor-faktor penting dalam lingkungan dan menerapkannya saat merancang suatu bangunan.

Comments

Popular Posts