PENGARUH LINGKUNGAN DALAM MEMBENTUK PERILAKU
I. PENDAHULUAN
Dalam kehidupan ini sebenarnya manusia sudah dihadapkan pada lingkungan semenjak masih dalam kandungan ibunya. Manusia dan lingkungan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan, keduanya saling mempengaruhi.
Perkembangan kepribadian seseorang baik dari segi fisik maupun psikis dipengaruhi oleh berbagai faktor. Kepribadian merupakan suatu kesatuan aspek jiwa dan badan yang disebut integrasi, integrasi dari pokok-pokok kepribadian yang dibentuk oleh seseorang melalui proses interaksi yang dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya faktor lingkungan dalam maupun lingkungan sekitarnya.
II. DEFINISI
1. Pengertian Lingkungan
Kata lingkungan dalam pengertian umum, berarti segala sesuatu yang ada disekitar kita. Sedangkan dalam lingkup pendidikan, arti lingkungan sangat luas yaitu segala sesuatu yang berada di luar diri manusia dan yang mempunyai arti bagi perkembangannya serta senantiasa memberikan pengaruh terhadap dirinya. Jika lingkungan tersebut berupa faktor yang dengan sengaja diciptakan oleh pendidik, maka disebut lingkungan pendidikan.
Lingkungan ini mengitari manusia sejak dilahirkan sampai ia meninggal dunia. Antara lingkungan dan manusia ada pengaruh yang timbal balik, yang keduanya tidak dapat dipisahkan.
Dalam ilmu psikologi, lingkungan disebut dengan environment (Milieu). Jadi bukan surrounding yang berarti keadaan sekeliling saja. Karena kata environment mencakup semua faktor di luar diri manusia yang mempunyai arti bagi dirinya, dalam arti memungkinkan untuk memberikan reaksi pada diri manusia tersebut. Jadi antara kita (manusia) dan lingkungan terjadi interaksi yang terus menerus.
Lingkungan dapat dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu:
a) Lingkungan fisik (physical environment)
Yaitu lingkungan / segala sesuatu di sekitar kita yang berupa benda mati, misalnya: rumah, kendaraan, udara, air dan sebagainya.
b) Lingkungan biologis
Yaitu lingkungan yang berupa makhluk hidup, lingkungan ini dibedakan menjadi 2, yaitu lingkungan tumbuh-tumbuhan dan lingkungan hewan.
c) Lingkungan abstrak
Semua hal yang abstrak juga bisa dimasukkan dalam lingkungan, jika hal tersebut telah menyatu dengan manusia. Termasuk semua hal yang abstrak, misalnya: pengetahuan, kesenian, kebudayaan, nilai kehidupan seperti aturan-aturan pergaulan, tata krama, sopan santun dan sebagainya.
2. Pengertian Perilaku
Perilaku adalah bentuk tanggapan, gerakan atau reaksi yang dihasilkan dari dalam diri individu tersebut atau hasil dari meniru lingkungan setempat. prilaku juga dapat diartikan sebagai perbuatan. dan prilaku yg dapat dilihat adalah prilaku terbuka, prilaku yang dapat kita amati secara langsung dari apa yang individu lakukan. kadang prilaku bisa membuat image tertentu pada setiap orang yang ada dan prilaku juga dapat menggambarkan bagaimana orang itu?
Adapun bagaimna terjadinya proses prilaku. Penelitian Rogers (1974) mengungkapkan bahwa sebelum orang mengadopsi perilaku baru (berperilaku baru), didalam diri orang tersebut terjadi proses yang berurutan, yakni
1. Awareness (kesadaran), yakni orang tersebut menyadari dalam arti mengetahui setimulus (objek) terlebih dahulu
2) Interest, yakni orang mulai tertarik kepada stimulus
3) Evaluation (menimbang – nimbang baik dan tidaknya stimulus bagi dirinya).Hal ini brarti sikap responden sudah lebih baik lagi
4) Trial, orang telah mulai mencoba perilaku baru
5) Adoption, subjek telah berperilaku baru sesuai dengan pengetahuan, kesadaran, dan sikapnya terhadap stimulus
III. KASUS
1. Orang tua yang terlalu sibuk karena pekerjaan, sehingga tidak sempat meluangkan waktu untuk anak.
2. Seorang anak yang mengalami masalah perceraian orang tua.
IV. SOLUSI
1. Luangkan waktu walaupun hanya sedikit, untuk selalu memperhatikan kebutuhan anak yang terutama adalah kasih sayang. Dan menyempatkan waktu untuk makan bersama, rekreasi dan lain-lain. Selain itu wujud perhatian orang tua juga bisa di tunjukan dengan hal yang sederhana, yaitu dengan mendengarkan anak bercerita dan memberita tanggapan positif terhadap cerita anak.
2. Dampak dalam perceraian orang tua sangat mempengaruhi psikis anak. Dampaknya anak dengan mudah tidak percaya yang namanya cinta, suatu ikatan dalam hubungan, atau yang lebih sering terjadi adalah anak terbawa dalam pergaulan yang bebas karena hasil kekecawaan anak terhadap orang tuanya. Oleh sebab itu, orang yang mengalami seperti ini harus diberikan perhatian khusus dan dukungan dalam orang-orang yang terdekat sehingga tidak terjebak dalam lingkungan sosialnya yang negatif.

Comments
Post a Comment